Kenapa saya tertarik dengan berkuda? Begini.
Umar bin Khattab pernah berseru, "Ajari anak-anakmu berenang, memanah, dan berkuda."
“Segala sesuatu selain zikir kepada Allah adalah sia-sia dan permainan belaka, kecuali empat hal, yaitu latihan memanah, candaan suami kepada istrinya, seorang lelaki yang melatih kudanya, dan mengajarkan renang." HR Timirdzi.
"Setiap hal yang melalaikan seorang Muslim hukumnya batil, kecuali memanah dengan busur, melatih kuda, dan canda dengan istri.” HR Ibnu Majah.
"Pada ubun-ubun kuda itu, telah ditetapkan kebaikan, hingga Hari Kiamat." HR Bukhari.
Berkuda melatih ketenangan, keberanian, dan kepemimpinan. Itu beberapa manfaatnya. Hal ini pernah saya tanya langsung pada Aa Gym dan Ust Arifin Ilham. Yang menarik, zaman sekarang penyewaan kuda hadir di mana-mana dengan biaya yang relatif terjangkau.
Kalau kita menganggap berkuda sebagai olahraga? Yah, boleh juga. Insya Allah ini pun bagian dari syukur nikmat dan berpahala. Kok bisa? Begini. Tubuh yang sehat itu kan nikmat dan perlu dijaga. Right? Tulisan ini boleh Anda share.
Di sini saya melihat visi Nabi dan Umar yang mengagumkan. Benar-benar mengagumkan. Coba perhatikan baik-baik. Mereka menganjurkan berkuda, bukan berunta. Karena tidak semua negeri ada unta. Tapi kalau kuda, yah ada.
Tak ada salahnya kalau kita dan anak-anak kita mulai mencoba. Berkuda. Syukur-syukur dimampukan untuk rutin. Semoga berkah berlimpah.







No comments:
Post a Comment